Berani Garansi 8 Tahun, Begini Proses Perakitan Baterai Mobil Listrik Peugeot

  • Peugeot memasang target 100% elektrifikasi pada tahun 2025 mendatang. Tentu jumlah komponen harus dikejar agar mampu memenuhi tingginya kebutuhan produksi mobil listrik. Perakitan baterai pun dikebut namun pada prosesnya tetap mengutamakan kualitas hingga pantas mendapat jaminan garansi 8 tahun.

Jakarta, Otojatim.com - Mobil listrik menjadi daya tarik baru di tengah masyarakat Indonesia. Tak terkecuali produk elektrifikasi keluaran Peugeot yang notabene sudah lebih dulu hadir di Eropa. 


Pada tahun ini, ada lebih dari 70% jajaran mobil listrik Peugeot yang dijual di seluruh dunia. Dan ditargetkan mencapai 100% pada tahun 2025.


Untuk memenuhi target tersebut, tentu  harus dilakukan peningkatan substansial dalam jumlah baterai yang diproduksi. Peugeot menggenjot produksi baterai hingga 10.000 buah per bulan untuk memenuhi targetnya pada tahun depan. Dan sebanyak 7.000 baterai per bulan untuk segmen LCV (Light Commercial Vehicle).


Dengan kata lain, para teknisi harus mampu merakit setiap unit baterai 50kWh selama 60 menit (sel dan komponen yang dirakit sebelumnya). Atau 90 menit untuk baterai berkapasitas lebih besar, yakni 75kWh.


Mobil listrik Peugeot sendiri dirakit dengan proses yang istimewa. Dilakukan oleh tim teknisi yang terlatih, dimana setiap teknisi bertanggung jawab merakit dan menguji setiap baterai yang akan masuk ke mobil listriknya (100% listrik atau hibrida Plug-In). Proses pengujian tersebut bertujuan untuk memastikan keandalan, kinerja, serta siklus hidup baterai.


Dengan serangkaian tes tersebut, Peugeot berani menjamin setiap unitnya dengan garansi 8 tahun atau per 160.000 kilometer untuk 70% dari kapasitas pengisian dayanya. 

Adapun proses pengujian baterai memakan waktu 15 menit yang meliputi tiga lapis tes. Tes pertama adalah melakukan simulasi pengoperasian baterai di dalam kendaraan untuk memvalidasi keandalan.


Selanjutnya dilakukan tes kinerja untuk merangsang baterai dengan kecepatan penuh. Sedangkan tes yang terakhir adalah uji penyegelan dimana unit baterai diberi tekanan gas untuk memeriksa kebocoran dengan memantau tekanan yang hilang. Segel yang tepat akan mencegah air atau kotoran masuk ke dalam sel baterai yang dapat mengganggu siklus hidup atau kinerjanya.


Tim terlatih dihadirkan untuk bekerja di bengkel perakitan baterai khusus dari lima pabrik Stellantis Group: Vigo & Saragossa (Spanyol), Trnava (Slovakia), Sochaux & Mulhouse (Prancis) dan segera Hordain (Prancis).


Untuk menguji dan merakit baterai kendaraan Peugeot, teknisi berasal dari pabrik Stellantis. Dimana mereka dipilih berdasarkan keterampilan elektrifikasi  dan diberikan pelatihan spesialis selama satu bulan. 


Sebagai upaya menghadapi transisi energi ke model listrik, Peugeot dan Grup Stellantis terus mempersiapkan jumlah teknisi yang memenuhi syarat dalam merakit dan membuat kendaraan listrik.


Peugeot memperkuat jangkauan kendaraan listriknya pada tahun ini dengan kehadiran New 408 yang menawarkan dua powertrain hybrid Plug-In, yakni 180 dk dan 225 dk.


Sedangkan New 308 hadir dalam versi hatchback dan SW (station wagon). Kedua mobil tersebut dibangun dari evolusi platform EMP2, yang memungkinkan penerapan listrik 100%.

LihatTutupKomentar