OTOJATIM - Libur akhir tahun sering bikin mobil dibiarkan begitu saja. Tidak dipakai jauh, tidak dicek, tidak disentuh. Banyak pemilik merasa aman karena kendaraan tidak bergerak. Padahal, justru di fase inilah masalah kecil sering mulai muncul tanpa disadari.
![]() |
| Mobil yang jarang dipakai saat libur tetap perlu dicek untuk mencegah masalah tersembunyi. |
Pemeriksaan paling mudah dimulai dari ruang mesin. Cukup melihat kolong mobil untuk mendeteksi kebocoran. Tetesan oli atau cairan lain adalah tanda awal yang tidak boleh diabaikan. Jika area mesin kering, langkah berikutnya adalah mengecek oli mesin.
“Untuk kondisi normal, pemilik mobil dapat memeriksa kualitas dan volume oli mesin menggunakan dipstick yang berada di ruang mesin. Dari situ, potensi masalah bisa dideteksi lebih awal dan segera ditangani,” ujar Rafi’i Sinurat, Workshop Head of Astra Peugeot Sunter.
Masalah lain yang sering muncul justru datang dari cairan wiper. Banyak pengemudi baru sadar air wiper habis saat kaca depan sudah kotor. Dalam kondisi hujan atau cipratan lumpur, visibilitas bisa langsung terganggu.
“Sering kali pengemudi baru menyadari air wiper habis ketika kaca depan terkena kotoran atau cipratan air, sehingga membutuhkan semprotan wiper. Kondisi ini tentu bisa mengganggu jarak pandang dan keselamatan,” kata Rafi’i.
Selain itu, cairan pendukung lain wajib diperhatikan. Air radiator, minyak rem, dan oli power steering harus berada di level yang dianjurkan. Pengisian berlebihan bukan solusi, justru bisa memicu gangguan baru di ruang mesin.
“Pengisian tidak boleh berlebihan karena dapat mengganggu sirkulasi cairan, berisiko meluber, dan berpotensi mengganggu komponen lain di ruang mesin,” jelasnya.
Tak kalah penting, bagian kaki-kaki mobil sering menyimpan tanda kerusakan setelah liburan. Tie rod dan ball joint bekerja mengatur arah roda. Saat mulai aus, gejalanya muncul lewat suara tidak normal dari area roda.
“Kerusakan pada komponen ini biasanya ditandai dengan munculnya suara tidak normal dari area roda. Jika bantalan bola sudah aus, suara akan terdengar cukup jelas,” ujar Rafi’i.
Shockbreaker juga perlu diperhatikan. Jika mobil terasa memantul berlebihan atau terdengar suara keras saat melewati jalan bergelombang, itu menjadi sinyal yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini bisa menurunkan kenyamanan kabin secara signifikan.
Bearing roda pun patut diwaspadai. Kerusakan pada bagian ini biasanya ditandai suara gemuruh saat mobil melaju. Semakin dibiarkan, gangguan akan semakin terasa.
Pemeriksaan ditutup dari ban. Ketebalan tapak dan pola keausan menjadi indikator utama. Ban yang aus tidak merata sering mengarah pada masalah kaki-kaki yang tersembunyi.
Libur akhir tahun bukan alasan untuk abai pada kondisi mobil. Dengan pengecekan ringan dari rumah, pemilik Peugeot bisa membaca tanda awal sebelum masalah membesar. Jika ditemukan gejala tidak normal, bengkel resmi Astra Peugeot menjadi langkah lanjutan yang disarankan.




