iklan jual beli mobil

AC Mobil Mendadak Tak Dingin? Astra Peugeot Ungkap Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Pemilik Kendaraan

OTOJATIM - Musim pancaroba membuat suhu udara pada siang hari terasa semakin panas. Kondisi tersebut membuat air conditioner (AC) menjadi salah satu fitur yang paling sering digunakan selama berkendara. Namun, banyak pemilik kendaraan masih menganggap penurunan performa AC cukup diatasi dengan menambah refrigeran, padahal penyebabnya bisa berasal dari kondisi sistem pendingin secara keseluruhan.
Pemeriksaan sistem AC di bengkel Astra Peugeot membantu memastikan penggunaan refrigeran sesuai spesifikasi pabrikan agar pendinginan kabin tetap optimal.
"Jika pemilik kendaraan kurang memperhatikan perawatan AC, performa pendinginan kabin bisa menurun. Gejalanya antara lain udara yang tidak lagi dingin meski blower bekerja normal, suhu kabin tidak stabil, kompresor AC sering aktif dan nonaktif secara berulang, hingga muncul bekas oli pada sambungan pipa yang dapat mengindikasikan adanya kebocoran refrigeran," ujar Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya, Mohan Kurniawan.

Menurut Mohan, sistem AC harus tetap berada dalam kondisi kedap agar tekanan kerja stabil. Saat seluruh komponen bekerja sesuai fungsinya, mulai dari kompresor, kondensor, evaporator hingga expansion valve, suhu kabin dapat dipertahankan sesuai pengaturan pengemudi maupun penumpang.

Ia menjelaskan, istilah "freon" yang selama ini populer sebenarnya merupakan nama dagang dari salah satu produk refrigeran. Fungsi utama refrigeran adalah menyerap panas dari dalam kabin, lalu melepaskannya ke luar kendaraan sehingga udara dingin dapat dihasilkan. Karena bekerja dalam sistem tertutup atau closed loop, jumlah refrigeran seharusnya tidak berkurang apabila tidak terjadi kebocoran.

Selain kebocoran, performa AC juga dapat menurun akibat penggunaan refrigeran yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan. Pengisian dengan jumlah yang keliru maupun tekanan kerja di luar standar pabrikan juga dapat memengaruhi kinerja sistem pendingin.

"Saat ini terdapat dua jenis refrigeran yang umum digunakan, yaitu R-134a dan R-1234yf. Keduanya dirancang untuk kendaraan yang berbeda karena memiliki karakteristik tekanan kerja dan kapasitas pengisian yang tidak sama. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan menggunakan refrigeran sesuai rekomendasi pabrikan dan tidak mencampur kedua jenis tersebut karena berpotensi merusak komponen AC," tambah Mohan.

R-134a umumnya digunakan pada kendaraan produksi akhir 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Jenis refrigeran ini masih banyak ditemui di Indonesia. Tekanan kerjanya berkisar 25-45 PSI pada sisi rendah (low pressure) dan 150-250 PSI pada sisi tinggi (high pressure). Kapasitas pengisiannya umumnya berada di rentang 450-650 gram, bergantung pada model kendaraan.

Sementara itu, kendaraan generasi terbaru banyak menggunakan refrigeran R-1234yf. Jenis ini memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah karena nilai Global Warming Potential (GWP) jauh lebih kecil dibandingkan R-134a. Tekanan kerjanya berada di kisaran 20-40 PSI pada sisi rendah dan 140-220 PSI pada sisi tinggi. Kapasitas pengisian tetap mengikuti spesifikasi masing-masing kendaraan.

Pemilik kendaraan dapat mengetahui jenis refrigeran yang digunakan melalui label informasi di ruang mesin atau bagian bawah kap kendaraan. Informasi tersebut juga mencantumkan kapasitas pengisian sesuai standar pabrikan sehingga proses servis dapat dilakukan dengan tepat.

Astra Peugeot mengingatkan pemeriksaan AC secara berkala menjadi langkah penting agar sistem pendingin tetap bekerja optimal. Perawatan rutin juga membantu menjaga usia pakai komponen pendukung sehingga kenyamanan berkendara tetap terjaga saat cuaca panas maupun ketika memasuki musim pancaroba.
LihatTutupKomentar
close
harga yamaha lexi