OTOJATIM – Banyak pemilik mobil merasa aman selama rutin ganti oli dan servis berkala. Padahal, ada komponen lain yang tidak punya jadwal penggantian tetap namun diam-diam menyimpan potensi masalah besar. Inilah yang diingatkan oleh Astra Peugeot kepada para pengguna mobil.
“Komponen non-maintenance memang tidak memiliki interval penggantian tetap. Tetapi umumnya memberikan tanda sebelum benar-benar rusak. Jika gejala ini ditangani lebih awal, kerusakan lanjutan bisa dicegah dan biaya perbaikan tetap terkendali,” ujar Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan.
Komponen non-maintenance berbeda dengan part fast moving seperti oli atau kampas rem. Penggantiannya tidak mengacu pada kilometer, melainkan kondisi aktual di lapangan. Gaya berkendara, usia pakai, hingga karakter jalan sangat memengaruhi daya tahannya.
Salah satu yang kerap luput adalah engine mounting. Fungsinya meredam getaran mesin agar tidak masuk ke kabin. Saat mulai aus, getaran terasa lebih kasar, terutama ketika idle atau perpindahan gigi. Banyak yang mengira hal ini wajar, padahal bisa jadi tanda awal masalah.
Bagian kaki-kaki juga tak kalah rawan. Lower arm, ball joint, dan tie rod bisa aus tanpa disadari. Gejalanya berupa bunyi ketika melewati jalan tidak rata, setir terasa kurang presisi, hingga keausan ban yang tidak merata. Jika terus dipakai tanpa pengecekan, kenyamanan dan stabilitas kendaraan bisa terganggu.
Wheel bearing pun sering dianggap sepele. Padahal, bunyi dengung yang makin keras saat kecepatan meningkat bisa menjadi alarm awal. Bila dibiarkan, efeknya bisa menjalar ke aspek keselamatan.
Untuk mobil penggerak roda depan, drive shaft harus diperhatikan. Bunyi “tek-tek” saat berbelok atau getaran ketika akselerasi bukan hal yang boleh dianggap biasa. Kondisi boot pelindungnya juga wajib dicek agar pelumasan tetap optimal.
Tak kalah penting, kondisi selang atau hose di ruang mesin. Selang radiator bekerja dalam tekanan dan suhu tinggi. Seiring usia, material bisa mengeras, menggembung, atau retak.
“Selang yang sudah menunjukkan tanda penuaan sebaiknya diganti sebelum bocor. Tindakan preventif jauh lebih aman dibanding menunggu hingga terjadi kerusakan,” kata Roni.
Kebocoran selang radiator bisa memicu overheat mendadak. Situasi ini sering terjadi tanpa peringatan panjang. Risiko kerusakan mesin pun membayangi. Hal serupa berlaku pada selang sistem AC dan power steering hidrolik. Jika bocor, pendinginan melemah atau setir terasa berat.
Astra Peugeot mengingatkan pentingnya pemeriksaan berkala di bengkel resmi untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Mengenali gejala ringan jauh lebih bijak daripada menghadapi perbaikan besar yang menguras biaya. Mobil tetap prima, perjalanan pun lebih tenang.
![]() |
| Kondisi selang radiator wajib dicek rutin untuk mencegah risiko overheat mendadak. |
Komponen non-maintenance berbeda dengan part fast moving seperti oli atau kampas rem. Penggantiannya tidak mengacu pada kilometer, melainkan kondisi aktual di lapangan. Gaya berkendara, usia pakai, hingga karakter jalan sangat memengaruhi daya tahannya.
Salah satu yang kerap luput adalah engine mounting. Fungsinya meredam getaran mesin agar tidak masuk ke kabin. Saat mulai aus, getaran terasa lebih kasar, terutama ketika idle atau perpindahan gigi. Banyak yang mengira hal ini wajar, padahal bisa jadi tanda awal masalah.
Bagian kaki-kaki juga tak kalah rawan. Lower arm, ball joint, dan tie rod bisa aus tanpa disadari. Gejalanya berupa bunyi ketika melewati jalan tidak rata, setir terasa kurang presisi, hingga keausan ban yang tidak merata. Jika terus dipakai tanpa pengecekan, kenyamanan dan stabilitas kendaraan bisa terganggu.
Wheel bearing pun sering dianggap sepele. Padahal, bunyi dengung yang makin keras saat kecepatan meningkat bisa menjadi alarm awal. Bila dibiarkan, efeknya bisa menjalar ke aspek keselamatan.
Untuk mobil penggerak roda depan, drive shaft harus diperhatikan. Bunyi “tek-tek” saat berbelok atau getaran ketika akselerasi bukan hal yang boleh dianggap biasa. Kondisi boot pelindungnya juga wajib dicek agar pelumasan tetap optimal.
Tak kalah penting, kondisi selang atau hose di ruang mesin. Selang radiator bekerja dalam tekanan dan suhu tinggi. Seiring usia, material bisa mengeras, menggembung, atau retak.
“Selang yang sudah menunjukkan tanda penuaan sebaiknya diganti sebelum bocor. Tindakan preventif jauh lebih aman dibanding menunggu hingga terjadi kerusakan,” kata Roni.
Kebocoran selang radiator bisa memicu overheat mendadak. Situasi ini sering terjadi tanpa peringatan panjang. Risiko kerusakan mesin pun membayangi. Hal serupa berlaku pada selang sistem AC dan power steering hidrolik. Jika bocor, pendinginan melemah atau setir terasa berat.
Astra Peugeot mengingatkan pentingnya pemeriksaan berkala di bengkel resmi untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Mengenali gejala ringan jauh lebih bijak daripada menghadapi perbaikan besar yang menguras biaya. Mobil tetap prima, perjalanan pun lebih tenang.




