OTOJATIM - Perjalanan mudik jarak jauh sering jadi ujian berat bagi kendaraan. Salah satu risiko yang kerap muncul adalah mesin mengalami overheat. Kondisi ini terjadi saat suhu mesin melonjak di luar batas ideal akibat sistem pendingin yang tidak bekerja optimal. Dampaknya bisa serius, mulai dari penurunan performa hingga kerusakan komponen penting.
"Jika jarum temperatur sudah mendekati batas maksimum atau muncul peringatan suhu mesin, sebaiknya pengemudi segera mengarahkan kendaraanya menepi dan tidak memaksakan kendaraan tetap berjalan. Cara ini sebagai langkah meminimalisir kerusakan fatal," ujar Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Cilandak.
Gejala overheat bisa dikenali sejak awal. Indikator suhu mesin yang naik menjadi tanda paling umum. Selain itu, pengemudi juga bisa melihat uap keluar dari kap mesin. Uap tersebut biasanya berasal dari cairan pendingin atau coolant yang mendidih. Kondisi lain yang sering muncul adalah AC mendadak tidak dingin, serta performa mesin terasa menurun.
Saat tanda-tanda tersebut muncul di perjalanan, langkah cepat perlu dilakukan. Pengemudi disarankan segera menepikan kendaraan di lokasi aman lalu mematikan mesin. Tujuannya agar proses pemanasan berhenti dan mencegah kerusakan lebih parah. Penting untuk tidak langsung membuka tutup radiator saat mesin masih panas. Tekanan tinggi dalam sistem pendingin bisa membuat cairan panas menyembur dan berbahaya.
Setelah mesin didiamkan sekitar 15 hingga 30 menit, barulah pengecekan bisa dilakukan. Periksa level cairan pendingin pada tangki reservoir. Jika berkurang, tambahkan coolant hingga batas yang dianjurkan.
"Jika setelah penambahan coolant suhu mesin kembali normal, kendaraan masih dapat dijalankan secara perlahan menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini penting dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pendingin, seperti slang radiator atau bagian radiator itu sendiri,” tambah Roni Agung.
Pencegahan tetap jadi langkah terbaik. Pemeriksaan sistem pendingin sebelum perjalanan jauh penting dilakukan. Dengan memastikan seluruh komponen bekerja optimal, risiko overheat bisa ditekan dan perjalanan mudik tetap aman.
![]() |
| Indikator suhu mesin naik jadi tanda awal overheat saat perjalanan jauh |
Gejala overheat bisa dikenali sejak awal. Indikator suhu mesin yang naik menjadi tanda paling umum. Selain itu, pengemudi juga bisa melihat uap keluar dari kap mesin. Uap tersebut biasanya berasal dari cairan pendingin atau coolant yang mendidih. Kondisi lain yang sering muncul adalah AC mendadak tidak dingin, serta performa mesin terasa menurun.
Saat tanda-tanda tersebut muncul di perjalanan, langkah cepat perlu dilakukan. Pengemudi disarankan segera menepikan kendaraan di lokasi aman lalu mematikan mesin. Tujuannya agar proses pemanasan berhenti dan mencegah kerusakan lebih parah. Penting untuk tidak langsung membuka tutup radiator saat mesin masih panas. Tekanan tinggi dalam sistem pendingin bisa membuat cairan panas menyembur dan berbahaya.

Setelah mesin didiamkan sekitar 15 hingga 30 menit, barulah pengecekan bisa dilakukan. Periksa level cairan pendingin pada tangki reservoir. Jika berkurang, tambahkan coolant hingga batas yang dianjurkan.
"Jika setelah penambahan coolant suhu mesin kembali normal, kendaraan masih dapat dijalankan secara perlahan menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini penting dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pendingin, seperti slang radiator atau bagian radiator itu sendiri,” tambah Roni Agung.
Pencegahan tetap jadi langkah terbaik. Pemeriksaan sistem pendingin sebelum perjalanan jauh penting dilakukan. Dengan memastikan seluruh komponen bekerja optimal, risiko overheat bisa ditekan dan perjalanan mudik tetap aman.




