iklan jual beli mobil

Abu Vulkanik Bisa Ganggu Mesin dan AC Mobil, Ini Komponen yang Perlu Diperiksa

OTOJATIM – Abu vulkanik yang menempel pada mobil berpotensi menimbulkan masalah lebih dari sekadar bodi kotor. Partikel halus yang bersifat abrasif dapat menggores cat dan kaca, menyumbat filter udara, hingga masuk ke sistem ventilasi kabin. Pemilik kendaraan perlu memeriksa sejumlah komponen setelah mobil terpapar abu vulkanik.
dampak abu vulkanik pada mobil
Pemeriksaan komponen mobil setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah gangguan pada mesin dan sistem AC.
Astra Peugeot mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak membersihkan abu vulkanik dengan cara sembarangan. Partikel yang masih menempel di permukaan bodi dapat menimbulkan goresan apabila langsung digosok menggunakan kain kering.

Selain eksterior, bagian kendaraan yang perlu mendapat perhatian meliputi sistem pemasukan udara mesin, filter kabin, ruang mesin, rem, serta kaki-kaki.

Filter Udara Mesin Bisa Tersumbat
Filter udara menjadi salah satu komponen penting yang perlu diperiksa setelah mobil terpapar abu vulkanik. Partikel yang menumpuk dapat menghambat aliran udara menuju mesin dan membuat kinerjanya kurang optimal.

Jika kendaraan digunakan di wilayah dengan paparan abu cukup berat, pemeriksaan filter udara sebaiknya dilakukan lebih awal. Apabila filter sudah terlalu kotor atau tidak dapat dibersihkan sesuai prosedur, penggantian perlu dipertimbangkan mengikuti rekomendasi pabrikan.

Kondisi ini perlu diperhatikan karena sistem pemasukan udara berfungsi menyaring partikel sebelum udara masuk ke mesin. Jika penyaringan tidak optimal, partikel abrasif berpotensi mempercepat keausan komponen internal.

Sistem AC dan Filter Kabin Jangan Terlewat
Abu vulkanik juga berpotensi masuk melalui saluran ventilasi kendaraan. Partikel yang menumpuk pada filter kabin dapat menghambat aliran udara dan memengaruhi kenyamanan penumpang.

Karena itu, filter kabin sebaiknya diperiksa setelah kendaraan melewati kawasan yang terdampak hujan abu. Pembersihan atau penggantian dilakukan sesuai kondisi komponen dan petunjuk pabrikan.

Pemilik mobil juga perlu memperhatikan kondisi saluran udara serta sistem AC apabila ditemukan penumpukan abu dalam jumlah besar. Pemeriksaan teknisi dapat membantu memastikan sistem sirkulasi udara tetap berfungsi dengan baik.

Jangan Sembarangan Membersihkan Ruang Mesin
Ruang mesin menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan. Abu dapat menempel di sekitar saluran udara, konektor kelistrikan, alternator, sensor, dan komponen elektronik lainnya.

Pemilik kendaraan sebaiknya tidak langsung menyemprot ruang mesin menggunakan air bertekanan tinggi. Cara tersebut berisiko membuat air masuk ke bagian yang tidak semestinya, terutama jika diarahkan ke konektor atau komponen elektronik.

“Jika abu masuk cukup banyak ke ruang mesin, pemeriksaan oleh teknisi atau bengkel dapat dilakukan untuk memastikan tidak ada komponen yang mengalami gangguan,” ujar Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan.

Apabila abu menumpuk cukup tebal di ruang mesin, pemilik kendaraan sebaiknya meminta bantuan teknisi sebelum melakukan pembersihan lebih lanjut.

Rem, Kolong, dan Kaki-Kaki Ikut Diperiksa
Pemeriksaan kendaraan setelah terpapar abu vulkanik tidak cukup hanya dilakukan pada bagian yang terlihat. Area kolong, velg, ban, serta komponen kaki-kaki juga berpotensi menjadi tempat menumpuknya partikel abu.

Sistem pengereman perlu mendapat perhatian karena kotoran yang masuk ke area rem dapat meningkatkan gesekan dan mempercepat keausan komponen dalam kondisi tertentu. Jika muncul bunyi tidak biasa atau performa pengereman berubah, kendaraan sebaiknya diperiksa di bengkel.

Kondisi ban juga perlu diperhatikan, terutama jika kendaraan digunakan di jalan yang tertutup abu. Abu yang bercampur dengan air dapat membuat permukaan jalan lebih licin sehingga pengemudi perlu mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman.

Cara Membersihkan Bodi Mobil agar Tidak Baret
Selain memeriksa komponen teknis, pemilik mobil perlu memperhatikan cara membersihkan permukaan kendaraan. Abu vulkanik sebaiknya tidak langsung dilap ketika masih kering karena partikel yang bergesekan dengan cat berpotensi meninggalkan goresan halus.

Roni menyarankan agar mobil dibilas terlebih dahulu menggunakan air untuk mengangkat sebanyak mungkin abu dari permukaan. Setelah itu, pencucian dapat dilakukan menggunakan sampo khusus kendaraan dan spons atau kain microfiber yang bersih.

“Bilas seluruh bagian mobil terlebih dahulu menggunakan air untuk mengangkat sebanyak mungkin abu dari permukaan. Setelah itu, cuci menggunakan sampo khusus kendaraan dan spons atau kain microfiber yang bersih. Lakukan secara perlahan dan jangan menggunakan kain yang sudah dipenuhi abu,” jelas Roni.

Kaca depan juga perlu dibersihkan sebelum wiper digunakan. Menggerakkan wiper ketika kaca masih tertutup abu kering berpotensi menggores permukaan kaca dan mengganggu visibilitas pengemudi.

Untuk kendaraan yang terkena abu dalam jumlah besar, pemeriksaan di bengkel resmi Astra Peugeot dapat menjadi pilihan guna mengevaluasi kondisi komponen yang berpotensi terdampak.

Dengan pembersihan yang tepat dan pemeriksaan pada bagian-bagian penting, risiko gangguan kendaraan akibat paparan abu vulkanik dapat diminimalkan sebelum mobil kembali digunakan seperti biasa.
LihatTutupKomentar
close
harga yamaha lexi